Friday, November 1, 2013

Another Helper

Another Helper
Hidup seorang gadis yang berparas sangat cantik di sebuah negeri dongeng, di negeri dongeng tersebut terdapat sebuah pondok yang letaknya terdapat di sebuah pedalaman yang sangat jauh dari keramaian. Pondok tersebut bernama Firdaus Land, mengapa pondok tersebut diberikan julukan Firdaus Land? itu semua karena kondisi dan kenyataan yang sangat mendukung di Firdaus Land. Firdaus land adalah sebuah pondok yang sangat jauh dari keramaian, penuh dengan manusia yang bersahabat dan baik, Pondok yang sangat kaya akan sumber daya alam, Pondok yang sangat asri nan hijau karena banyak pepohonan hijau yang rimbun. Nama sang gadis tersebut adalah Mekarsari, Mekarsari biasa dipanggil orang tuanya dengan sebutan Mekar, namun kini sang ibu yang sangat ia kasihi kini tiada lagi, sudah genap di tahun ke-8 ini Mekar menjalani hidup berdua dengan sang ayah tanpa kehadiran dan kasih dari seorang ibu. Kini Mekar sudah mulai beranjak dewasa dimana sekarang umurnya telah mencapai 17 tahun. Mekar dengan senang hati merawat dan melayani sang ayah yang sudah tua dan sakit-sakitan. Diusianya yang semakin dewasa Mekar tidak ingin melihat sang ayah hanya bekerja seorang diri, karena fisik sang ayah yang tidak kuat dan mampu untuk mengerjakan pekerjaan yang berat. Sudah 2 tahun dia menjalani aktivitas sebagai penjajah kue keliling di Pondok Firdaus Land. Mekar sangat ikhlas dan gembira menjalani kehidupannnya sekarang. Hingga pada suatu titik akhir ia merasa sangat putus asa dan tidak ada lagi penolong lain yang dapat menolong dia dari rasa kesesakan yang begitu merongrong jiwanya dan menolong dia keluar dari lembah kekelaman yang begitu kotor dan menajiskan akibat tragedi yang dia alami. Dan inilah kisah Mekarsari, gadis yang berparas cantik dan sangat baik tetapi memiliki nasib malang.

Firdaus Land pada mulanya adalah Pondok di sebuah Negeri Dongeng yang aman dan tentram, penuh dengan cinta dan kasih dimana terlihat setiap manusia saling hidup berdampingan dan tolong-menolong. Tercermin pula di dalam kehidupan Mekarsari, Mekar sangat tulus dan ikhlas merawat dan melayani sang ayah dan sangat banyak berbuat kebaikan kepada orang lain. Seperti biasanya dia berjalan kaki mengelilingi pondok untuk menjajahkan kue yang dibuatnya. Apabila dia melihat seorang anak kecil yang terlihat sangat kelaparan dan tidak memiliki uang untuk membeli makanan, tak jarang dia berlalu melaului si anak kecil, melainkan dia berhenti sebentar hanya untuk memberikan beberapa potong kue kepada si anak. Di dalam benaknya biarlah tidak semua kue saya menghasilkan uang melainkan menghasilkan berkah dan kasih. Mekar selalu merasa bahagia apabila dapat menolong orang lain. Pernah suatu ketika di ujung jalan pondok tersebut, Mekar melihat seorang nenek terjatuh pingsan di tanah, lalupun Mekar menolong nenek tersebut dan berusaha membangunkannya dengan memercikkan sedikit air minum yang dibawa. Lalu, tiba-tiba sang nenek pun terbangun. Nenek kenapa kok bisa tergeletak di atas tanah? tanya Mekar! Tadi nenek sedang berjalan mau pulang ke rumah nenek. Tetapi tiba-tiba kaki nenek sudah tidak kuat lagi berjalan dan nenek merasakan pusing yang amat sangat di kepala, daritadi pagi nenek belum makan cu, sehingga nenek terjatuh pingsan disini! Jawab si nenek. Ooh, Mekar menganggukkan kepalanya, lalu dia mengambil beberapa potong kue dari bakulnya untuk diberikan kepada si nenek dan memberikan sisa air minum yang dibawanya dari rumah, lalu Mekar memapah si nenek pulang kerumahnya. Selain menjajahkan kue, Mekar juga sering membantu pekerjaan ibu-ibu di pondok untuk membuat kerajinan tangan dan membantu kaum laki-laki bergotong-royong membersihkan pondok. Oleh sebab kebaikan hatinya, semua orang senang melihat Mekar, tak terkecuali pemuda Pondok Firdaus Land yang banyak menaruh hati pada Mekar. 

Tetapi, itu semua adalah Firdaus Land tempo doeloe. Semua ketentraman dan kedamaian serta kasih dan cinta yang ada telah sirna karena kutuk yang diterima Pondok Firdaus Land. Sang penguasa dan pencipta negeri dongeng murka terhadap penduduk Firdaus Land, itu semua karena kelakuan dan tindakan penduduk Firdaus Land yang seperti binatang, lupa terhadap sang pencipta dan tidak berterima kasih. Entah apa yang membuat pada awalnya para penduduk Pondok Firdaus Land berubah 360 derajat dalam segala aspek bidang kehidupan, tidak terkecuali dari segi tingkah laku yang menjadi seperti binatang. Menurut dongeng yang Oretor dengar penduduk Pondok Firdaus Land tidak lagi berterimah kasih dan menyembah sang pencipta yaitu Eywa. Mereka menjadi terlena akan segala semua yang ada yang telah diberikan Eywa kepada mereka. Mereka berpikir tanpa Eywa, kita dapat mendapatkan dan melakukannya dengan kekuatan dan kepintaran sendiri. Semakin lama penduduk Firdaus Land semakin tidak menghargai Eywa, dimana kepala Pondok berkata kepada semua penduduk, " Saya Kepala Pondok Firdaus Land memerintahkan dan mewajibkan kepada seluruh penduduk agar tidak menyembah Eywa lagi mulai dari sekarang, setiap penduduk yang melanggar perintah akan dibunuh ".

Melihat semua yang telah terjadi di Pondok Firdaus Land, maka sang pencipta yaitu Eywa sangat murka dan sedih sehingga mengutuk Pondok Firdaus Land menjadi Tanah atau Lembah Kekelaman yang dikenal sampai dengan sekarang dengan julukan " Dark Land of Sin ". Tiba-tiba matahari menarik kembali sinarnya, Langit pun menjadi gelap dan kelabu, Petir pun menyambar dengan kerasnya seakan ingin membelah langit, dan angin menyampu dengan kencangnya Pondok Firdaus Land. Semua masyarakat berlari ketakutan keluar dari rumah mencari tempat yang aman untuk berlindung, tiba-tiba terlihat memancar cahaya yang begitu terang dan menyilaukan membelah langit dari penampakan sang Eywa. Lalu terdengar suara Eywa dari langit " Aku adalah Eywa yang menciptakan kamu semua, Aku adalah Eywa yang memberikan segala sesuatu yang kalian butuhkan, Aku adalah Eywa pencipta Negeri Dongeng, Aku sangat sedih dan kecewa melihat kalian meninggalkan Aku. Oleh karena dosa yang telah kalian perbuat, Aku sangat murka dan mengutuk Pondok Firdaus Land menjadi " Dark Land of Sin ".  Terimalah ini yang akan menjadi bagian kalian, kehidupanmu akan selalu kelam penuh dengan kejahatan dan berlaku seperti binatang. Tanahmu akan menjadi gersang yang membuatmu sulit mencari makan. Dan tunggulah hingga pada penghakiman terakhir semua akan musnah bersama dosa. Dimana semua telah terbelenggu  dalam dosa. Tetapi siapa yang berbalik dan  berseru minta tolong padaku maka dia akan selamat, terangkat ke tahta Negeri Dongeng yang  tertinggi bersama Eywa".

Setelah hari pengutukan itu, kehidupan di Dark Land of Sin menjadi sangat kacau balau, kejahatan demi kejahatan semakin merajalela, kekelaman pun semakin menutupi pondok tersebut. Dimana kehidupan nyaman dan damai sudah tidak ada lagi, tanah yang subur dan sumber daya alam yang melimpah telah berubah menjadi tanah yang gersang dan terkutuk. Akibatnya sangat sulit untuk bertahan hidup di pondok Dark Land of Sin. Untuk mempertahankan hidup setiap manusia mengorbankan manusia lain, disana-sini terjadi kekacauan dan pembunuhan. Ditambah lagi Kepala Pondok yang serakah dan kejam, yang menjarah semua apapun itu yang dimiliki oleh penduduk. Tak jarang penduduk yang ingin bertahan hidup menyembunyikannya dari kaki tangan kepala pondok bahkan bunuh-membunuh pun dilakukan untuk mempertahankan hak miliknya. Ditambah lagi kesombongan sang kepala pondok yang menjadikan diri sebagai penguasa yang layak disembah. Setiap penduduk harus menyembah kepala pondok dan memberikan 2/3 dari hasil bumi yang didapatnya, jika tidak akan dibunuh. Hingga pada suatu hari kedengaran di telinga Kepala Pondok bahwa ada seorang bapak tua beserta putrinya yang cantik tidak menyembah Kepala Pondok melainkan tetap setia menyembah Sang Eywa dan tidak mau memberikan 2/3 dari hasil bumi yang didapatnya. Mendengar hal tersebut Kepala Pondok sangat murka, dan turun tangan sendiri beserta kaki tangannya mendatangi rumah si bapak tua beserta putrinya yang cantik untuk membunuh mereka. Rumah tersebut adalah rumah Mekarsari dan Bapaknya. Setiba dirumah tersebut, Kepala Pondok mendobrak pintu rumah Mekar, dan mendapati Mekar sedang melayani sang ayah memberi makan yang berbaring di tempat tidur, tergolek karena sakit. Tanpa basa-basi, Kepala Pondok menghunus pedangnya dengan sadis ke kepala si bapak tua. Mekar pun menjerit dengan histeris sambil menangis, dan berkata kepada Kepala Pondok, Engkau manusia mati yang sangat kejam dan sadis teganya membunuh ayahku. Dengan terbahak-bahak mereka semua tertawa, lalu Kepala Pondok berkata ini semua ganjaran akibat tidak melaksanakan perintahku. Tiba untuk giliran Mekar dibunuh, ketika kepala pondok hendak menghunus pedangnya, dia melihat wajah Mekar sangat cantik, ada baiknya diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh. Maka Kepala Pondok pun menanggalkan pakaiannya, dan segera memperkosa Mekar dengan kasar. Setelah itu Kaki Tangan Kepala Pondok ikut serta memperkosa Mekar dengan ganasnya. Beruntung Mekar dapat melepaskan diri dengan pedang sang kaki tangan yang ceroboh yang meletakkan pedangnya disebelah mereka. Dengan segera Mekar mengambil pedang tersebut dan menghunuskannya kebadan kaki tangan tersebut. Dengan segera dia melarikan diri dari rumahnya dan melarikan diri ke hutan. Kepala Pondok beserta kaki tangannya pun mengejar Mekar. Di hutan Mekar menemukan sebuah gua tempat dia berlindung, tetapi tidak disangka-sangka oleh Mekar akhirnya Kepala Pondok dengan kaki tangannya menemukan Mekar dan sudah berada tepat dibelakangnya. Ketika Kepala Pondok hendak menghunuskan pedangnya pada Mekar tiba-tiba cahaya kilat dan terang sang Eywa kembali memancar dari langit. Lalu Eywa berkata kini tiba saatnya hari penghakiman terakhir, dimana semua orang berdosa dimusnahkan bersama dosa tersebut. Dengan sekejap alam raya telah gelap, petir menyambar disana-sini, dan halilintar serta angin puting beliung dengan cepat menyapu semua yang ada di hutan serta Pondok Dark Land of Sin kecuali Mekarsari yang ikut terangkat bersama Eywa ke tahta tertinggi dari Negeri Dongeng. Dalam hitungan detik saja semuanya telah rata seperti debu dan Mekarsari sudah terangkat bersama Eywa. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka di kehidupan yang kedua yang diciptakan Eywa di negeri dongeng pondok Dark Land of Sin, Eywa menyuruh manusia untuk membangun patung Mekarsari di pusat Pondok Dark Land of Sin untuk sebagai peringatan agar manusia selalu menyembah pencipta,mengucap syukur atas anugerah yang diberikan, dan menjaga serta merawat lingkungan.

Begitulah akhir kisah dari Mekarsari gadis yang berparas cantik dan baik hati di Negeri Dongeng Pondok Firdaus Land yang telah berubah menjadi Pondok Dark Land of Sin. Dari cerita dongeng tersebut Oretor mengajak Pembaca Bijaksana untuk berintropeksi diri, dimana cerita dongeng tersebut diatas adalah menggambarkan kehidupan manusia di bumi yang terjadi sekarang. Dimana sudah banyak manusia tidak lagi menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pencipta dan tidak lagi mengucap syukur kepada Tuhan. Bahkan manusia tidak lagi mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Manusia sudah banyak yang hanya mengandalkan logika dan kepintarannya Belaka. Manusia sudah banyak bertingkah laku seperti binatang, dan pencari-pencari Tuhan pun sudah mulai sedikit. Oretor mengajak mari kita bersama-sama kembali kepada Tuhan, mencari, menyembah, dan mencintainya saja. . .:). God Loves You All!!!




No comments:

leave comment

Semua umpan balik saya hargai dan saya akan membalas pertanyaan yang menyangkut artikel di Blog ini sesegera mungkin.

1. Komentar SPAM akan dihapus segera setelah saya review
2. Pastikan untuk klik "Berlangganan Lewat Email" untuk membangun kreatifitas blog ini
3. Jika Anda memiliki masalah cek dulu komentar, mungkin Anda akan menemukan solusi di sana.
4. Jangan Tambah Link ke tubuh komentar Anda karena saya memakai system link exchange

5. Dilarang menyebarluaskan artikel tanpa persetujuan dari saya.

Bila anda senang dengan artikel ini silahkan Join To Blog atau berlangganan geratis Artikel dari blog ini. Pergunakan vasilitas diatas untuk mempermudah anda. Bila ada masalah dalam penulisan artikel ini silahkan kontak saya melalui komentar atau share sesuai dengan artikel diatas.

Me

Post a Comment