![]() | |
| Who is the Next Mr. P ( Presiden ) ??? |
Para Pembaca Bijaksana, jika Oretor bertanya, sudah ada berapakah Presiden Indonesia mulai dari 17 Agustus 1945 sampai dengan hari ini tanggal 11 Nopember 1945? pasti semua pembaca dengan serentak
menjawab : Ya, sudah ada 6 ( Enam ) orang toh Mas Oretor. Yes, that's right. Presiden Republik
Indonesia sampai saat ini masih tetap berjumlah 6 orang. Berikut daftar nama Presiden Indonesia secara
berurut dari presiden pertama hingga presiden yang terakhir : Ir. Soekarno, Jenderal Besar H. M. Soeharto, Bacharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Di dalam oretan kali ini Oretor mencoba memberikan sedikit biografi dari keenam Presiden Republik Indonesia tersebut.
1. Presiden Pertama, Ir. Soekarno (1945-1966)
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Mr. P. yang satu ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan yang terdapat pada Mr. P. ini adalah kharismatik, jenius, pintar berpidato, dan tegas terhadap bangsa asing. Sedangkan kekurangannya adalah memihak komunis, tidak memperdulikan ekonomi dalam negara karna pengetahuan yang kurang terhadap ekonomi. Tetapi beliau adalah seorang tokoh yang sangat luar biasa yaitu bapak proklamator Indonesia dan merupakan salah satu perumus Ideologi Negara yaitu Ideologi Pancasila yang dapat menyatukan seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari pulau Rote sampa pulau Miangas yang merupakan terdiri dari beberapa suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.
2. Presiden Kedua, Soeharto (1966-1998)
Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah. Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran. Mr. P. yang satu ini adalah presiden Indonesia yang paling lama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Mr. P. yang satu ini menjabat sebagai presiden selama 32 tahun melalui enam kali pemilu yang selalu menetapkan beliau menjadi presiden. Adapun kelebihan yang terdapat pada Mr. P. ini adalah membuat Indonesia lebih maju, akar budaya lebih kuat, ketegasan beliau tidak usah diragukan lagi, situasi politik sangat aman, nyaman, dan kondusif saat itu. Ini disebabkan karena rakyat tidak ada yang berani angkat bicara karena takut di-door sama penembak misterius. Sedangkan kekurangannya adalah kejam tidak mengenal rakyatnya, terlalu kaku, pelanggaran HAM terberat pada masanya, karena terlalu lama berkuasa sehingga beliau menganggap RI sebagai milik pribadi dimana semua pejabat berasal dari keluarga dan kerabat dekatnya. Korupsi, Kolusi dan Nepetisme (KKN) menjadi-jadi terutama di tahun 1990 an. Tak menghargai HAM, dan menebar isu rasial, anehnya beliau jatuh juga akibat terbakar isu rasial yang dia mulai. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua.
3.Presiden Ketiga, Habibie (1998-1999)
Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman. Adapun kelebihan Mr. P. ini adalah ahli teknologi, gebrakannya untuk memajukan teknologi Indonesia, pintar, dapat menaikkan harga rupiah setelah krisis moneter, dan pekerja keras. Sedangkan kekurangan dari Mr. P. yang satu ini adalah emosional, kurang kharismatik,memisahkan timor leste dari Indonesia, kurang tegas, dan kurang dalam hal memimpin.
4. Presiden Keempat, Abdurrahman Wahid (1999-2001)
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia. Adapun kelebihan Mr. P. ini adalah humoris, terbuka, religius, pluralisme, demokratis, dan open minded. Sedangkan kekurangan dari Mr. P. yang satu ini adalah keterbatasan fisik, sering ke luar negeri, terlalu membual,terkadang pemarah, terlalu menganggap remeh sesuatu.
5. Presiden Kelima, Megawati (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Adapun kelebihan Mr. P. ini ( Oh bukan pembaca bijaksana, yang satu ini ternyata Mrs. P. ). Adapun kelebihan dari Mrs. P. ini adalah presiden wanita pertama, presiden yang satu-satunya bersifat lembut dan ke-ibuan, presiden yang selalu mengingatkan rakyat tentang perjuangan ayahnya. Sedangkan kekurangan dari Mrs. P. ini adalah kurang tegas, diam berkepanjangan, menganggap korupsi hal biasa dan bisa ditolerir, kurang pintar berpidato, kurang tahu masalah ekonomi. Dan ciri khas nya yang paling menonjol adalah kalau membahas masalah ekonomi satu jam saja sudah tidak fokus, tidak paham, dan tidak nyambung melainkan kalau membahas kebun, fashion, dan shoping bisa sampai berjam-jam tahan sangat luar biasa.
6. Presiden Keenam, Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)
Ini dia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo. Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi). Adapun kelebihan Mr. P. ini adalah mengerti masalah ekonomi, dapat menaikkan harga rupiah, presiden yang paling memiliki tubuh ideal daripada pendahulunya, presiden yang banyak memberantas teroris, menjadikan aceh damai, pintar dalam berpidato, menciptakan ekonomi stabil, presiden pertama yang menangkap koruptor kelas kakap, Indonesia lebih dihargai oleh bangsa asing setelah sekian lama diembargo, sangat pintar dalam mengatasi oposisinya. Sedangkan kekurangan dari Mr. P. ini adalah terlalu menjaga image, kadang penakut, kadang pemarah, terlalu mencari aman, kurang tegas apabila ada keputusan yang menjatuhkan imagenya, kebebasan umat beragama terusik.
7. The Next Mr. P. ( Presiden RI ke-7 ) ??? Coming Soon !!!
Pembaca Bijaksana, sudah pada tahu tidak kapan kita memilih Presiden yang berikutnya atau Presiden yang ke-7 Negara Kesatuan Republik Indonesia atau The Next Mr. P. of Indonesian???
menurut jadwal yang Oretor dapat dari Komisi Pemilihan Umum kalau tidak berubah sewaktu-waktu, maka kita sebagai masyarakat Indonesia melakukan pemilihan umum untuk Presiden pada tanggal 09 Juli 2014. Ya, pada tanggal tersebutlah kita berhak dan bebas menyalurkan hak pilih kita untuk turut berpartisipasi secara langsung memilih Presiden Republik Indonesia. Sebagai warga negara yang baik dan sudah memenuhi syarat dan ketentuan berlaku untuk memilih dalam pemilu sudah seharusnya kita menggunakan hak pilih tersebut pada tanggal yang telah ditentukan. Oleh karena itu diwajibkan agar tidak ada lagi yang termasuk golongan putih atau golput atau tidak menggunakan hak pilihnya.
Oleh karena itu sebelum pelaksanaan pemilu berlangsung nanti pada tanggal 09 Juli 2014, Maka Oretor menyarankan kepada Pembaca Bijaksana agar dari jauh-jauh hari menimbang, menilai, menganalisis, dan menentukan siapa calon yang baik dan layak dari daftar semua calon yang ada untuk dipilih menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia atau RI 1. Agar pada saat hari-H tidak bingung dan tidak ragu lagi memilih sehingga tidak terjadi lagi yang namanya Golongan Putih.
Adapun kriteria, syarat, penilaian, harapan, dan cita-cita yang dilontarkan oleh Pembaca Bijaksana dari mulut ke mulut kepada Oretor ketika melakukan Survey Lapangan adalah, sebagai berikut :
1. Yang berpihak kepada Pengusaha
2. Yang berpihak kepada Buruh
3. Yang berpihak kepada Konglomerat
4. Yang berpihak kepada Wong Cilik
5. Yang berpihak kepada Petani
6. Yang berpihak kepada Pedagang
7. Yang berpihak kepada Pemerintah
8. Yang berpihak kepada Rakyat
9. Yang bisa mempertahankan / menaikkan jabatan
10. Yang tidak mengusik bisnis saya
11. Yang banyak menggratiskan segala sesuatu
12. Yang paling banyak serangan pajarnya
13. Yang paling banyak bagiin amplop, sembako, dan baju kampanye
14. Yang menguntungkan posisi saya dan institusi
15. Yang paling ganteng
16. Yang paling tegas dan bisa memimpin negara
17. Yang ngerti masalah ekonomi dan politik
18. Yang pintar berpidato dan bergaya
19. Saya tidak kenal Presiden, yang saya kenal Kepala Suku karna saya orang desa, tinggal ditempat
terpencil, anak pedalaman, dan anak hutan
20. Saya kira Dia bukan Presiden melainkan Robot mati yang tidak memiliki perasaan
21. dan lain-lain
Kalau menurut Oretor sendiri sangat simple yaitu The Next Mr. P. harus Bijaksana, Pintar, Pemberani, mempunyai moral sehingga bisa membuat rakyatnya mempunyai moral yang bagus, sadar kalau Indonesia multikulturalisme, sadar kalau Indonessia sangat kaya, sadar kalau Rakyat Indonesia sangat bodoh sehingga peningkatan pendidikan program paling utama yang harus terealisasikan, Sadar kalau Indonesia bangsa yang besar sehingga harus dibuat maju dan sejahtera.
" Selamat memilih The Next Mr. P. pada 09 Juli 2014 "







nanti biar gue aja jadi yang selanjutnya ya
ReplyDeleteok boleh komandan. .
Deletetapi aku angkat jadi menteri keuangan ea.