Sunday, December 1, 2013

Looking For is Never End Part III

Tak terasa perjalanan yang begitu jauh dari desa menuju kota telah berakhir. Meskipun sedikit melelahkan tetapi aku masih semangat untuk melanjutkan aktivitas. Dan kini aku telah tiba di Kota Pematangsiantar, ini adalah untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Kota Pematangsiantar ketika aku mulai beranjak remaja. Dulu, ketika aku masih anak-anak sering diajak menemani mama untuk berbelanja keperluan bulanan rumah tangga ke kota ini. Tapi itu dulu, ketika aku masih anak-anak, dimana belum mengerti arti kehidupan dan bagaimana kehidupan yang terjadi di perkotaan.

Alasan atau motivasi utama aku selalu ikut berbelanja ke kota adalah makanan.Ya, di kota terdapat banyak jajanan yang enak dan jarang ditemukan di desa kami yang diperjualbelikan di pasar. Meskipun mama selalu membawa jajanan tersebut ke rumah, tetapi aku tetap ngotot untuk selalu ikut ke kota dan mencicipinya terlebih dahulu sebelum dicicipi oleh saudara-saudara ku yang lain. Karena sensasi mencicipi makanan sewaktu di pasar sangat berbeda dengan sensani saat mencicipinya di rumah. Oretor rasa pasti Pembaca Bijaksana sekalian setuju dengan pernyataan di atas tersebut! Ya, gimana gak setuju? Coba bayangkan saja yang ada di dalam pikiran anak-anak hanya makanan, makanan, dan makanan! Ketika anak tersebut menerima makanan, secara tiba-tiba saja dunia telah berhenti, dan tidak ada hal lain lagi dipikiran sang anak kecuali makanan tersebut, dan bagaimana menghabiskan segera mungkin makanan itu agar tidak diminta orang lain, ketika makanan sudah habis baru dunia kembali berputar. . .hahahahaha.

Selain makanan adalah motivasi utama untuk ikut ke kota, ada hal lain lagi yang juga menarik saya untuk ikut ke kota yaitu keramaian kota, mainan, dan pakaian yang bagus-bagus. Tak jarang aku selalu merengek kepada mama dihadapan penjual mainan dan penjual pakaian yang sering membuat mama kesal dan merasa malu. Mau tak mau mama mengecek isi dompetnya, untuk melihat persediaan uang yang dibawanya, cukup tidak untuk membelikan sebuah mainan atau sepasang pakaian baru untuk saya agar saya bisa diam dan tenang dari rengekan.

Memang mama sangat baik terhadap aku. I Love You Mama. Mamaku sungguh hebat. Sekedar merefresh ingatan Pembaca Bijaksana sekalian, sesuai dengan namaku Pudan Lubis maka saya adalah anak pudan, anak bontot, anak paling kecil, anak yang paling terakhir dalam keluarga saya. Maka saya sangat disayangi oleh orang tua terutama mama. Belakangan saya baru sadar ketika telah beranjak Dewasa, bahwa anak-anak sangat memiliki rasa selfish yang besar, dimana anak-anak sangat ngotot dan memaksakan kehendaknya kepada orang lain tak terkecuali orang tua. Sungguh kini aku sangat merasa bersalah kepada orang tua ku terutama mama, karena sering memaksakan kehendak dan keinginanku belaka. Tetapi apa dayaku, dahulu aku adalah seorang anak-anak biasa yang sama dengan anak-anak lainnya, yang tidak tahu apa-apa tentang hidup ini, yang hanya mengerti kesenangan dan kepuasan pribadi. Tetapi kini, itu semua sudah terbayarkan karena saya telah bersujud dikaki mama, meminta maaf atas segala perbuatan, tindakan, dan tingkah ku yang sering melukai dan menyakiti hati mama. Disini aku baru mengerti itulah arti dari kasih yang sesungguhnya yaitu kasih orang tua terhadap anaknya. Oleh karena itu untuk semua anak Indonesia yang luar biasa yang belum minta maaf segeralah minta maaf kepada orang tua dan yang sudah minta maaf lanjutkanlah menjaga, merawat, menghormati, dan mengasihi orang tua kalian.

Pernah suatu ketika saya merengek kepada mama untuk ikut diajak ke kota. Tak seperti biasanya dimana mama selalu pergi ke kota ketika hari libur maupun hari minggu tetapi kali ini mama pergi ke kota pada hari kerja dan hari dimana aku harus pergi ke sekolah. Aku teringat semalam sewaktu disekolah teman sebangku memamerkan mainan barunya yaitu mobil-mobilan dengan model keren dan bagus banget yang dibelikan oleh papanya dari kota. Oleh karena itu, aku tidak mau kalah dengan teman sebangkuku itu. Aku harus bertekat, hari ini harus ikut ke kota, dan hari ini harus membeli mobil-mobilan yang serupa dengan temanku. Supaya besok harinya di sekolah bisa aku pamerkan kepada semua teman dikelas. Rengekanku semakin menjadi-jadi, dan akhirnya aku dijinkan ikut ke kota, dan jadilah hari ini aku bolos sekolah demi mainan baru. Bayangkan betapa sadisnya saya sewaktu anak-anak???

Tit. .tit. .tit. .tit. . .terdengar suara klakson dari mobil, angkutan umum, dan kereta yang berada di sekitar pasar. Ya, tepat. Aku dan mama sudah berada di terminal angkutan umum yang berada di pasar salah satu pasar yang ada di Kota Pematangsiantar. Nama pasar itu adalah Pasar Horas Pematangsiantar atau kalau orang batak bilang Pajak Horas. Pajak Horas adalah salah satu pasar terbesar yang berada di Kota Pematangsiantar. Pajak Horas sudah lama menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat yang berada disana. Setiap harinya Pajak Horas selalu ramai dan padat dipenuhi oleh manusia yang entah darimana saja datanngnya. Untuk perlu diketahui manusia yang datang berkunjung tidak hanya berasal dari penduduk sekitar Kota Pematangsiantar melainkan juga dari desa-desa dan kecamatan-kecamatan yang berasal dari kabupaten tetangga dari Kota Pematangsiantar. Hebatkan!!!

Terlihat disana-sini teriakkan dari Namboru-namboru penjual Ikan Asin, Ikan Robus, bawang, sayur-mayur, tomat, cabe, dan masih banyak lagi. Sungguh menggambarkan suasana pasar yang sebenarnya, dimana sangat ribut, panas dari terik matahari dan disesaki manusia. Tulang Ojek pun tak kalah dengan kicauan dari si Namboru, tapi ingat seperti yang berada di iklan " Inilah Tulangku bukan Tulang yang ini ".

Aku dan Mama pun memesan sebuah ojek untuk mengitari Kota Pematangsiantar, untuk mencari lokasi sekolah yang dituju. Oh, ya Pembaca Bijaksana jangan lupa ya, tujuan Oretor kali ini ke kota bukan untuk makanan karena Oretor sudah tidak anak-anak lagi tetapi sudah beranjak remaja. Kali ini Oretor ke kota untuk mendaftar sekolah ke salah satu Sekolah Menengah Atas di Pematangsiantar. Tak terasa setelah sekitar 15 menit mengitari Kota Pematangsiantar dengan mengendarai Ojek, kini Aku dan Mama telah sampai di depan sebuah sekolah SMA, tempat aku akan mendaftar. Dengan segera kami pun masuk ke lingkungan sekolah tersebut. Terlihat sudah ramai orang dan antrian sudah panjang mengular. Sebelum aku mendaftar, aku dan mama mencari informasi terlebih dahulu tentang persyaratan yang dibutuhkan. . . . .!!!

Penasaran dengan aksi saya ketika mendaftar sekolah SMA? nantikan dan tunggulah Oretan selanjutnya di Looking For is Never End Part IV!!!

"Salam Damai sang Oretor untuk para Pembaca yang Bijaksana"


10 comments:

  1. Masa kecil dan remaja begitu amat berkesan di hati ini tak terlupakan sampai akhir hayat nanti. Masa dimana orang tua utamanya ibu begitu perhatian. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Kasih sayang yang tak ternilai harganya. Dunia memang amatlah indah. Rumahku surgaku. Terima kasih Tuhan. Terima kasih Ibu Bapak. Terima kasih Guru. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener itu mas, kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah.
      bangga deh sama mama saya. .
      salam cemerlang.

      Delete
  2. jika ingin jadi anak yang selalu dimanja, cukup dengan menjadi anak yang paling kecil atau anak bungsu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha. . .betul. .betul.
      bisa jadi. .bisa jadi.
      itulah kelebihan anak bungsu.

      Delete
  3. Kalau dibuat nostalgia jadi rindu masalalu mas bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. . iya bener masbro.
      oleh karena itu disini saya sebagai Oretor ingin bernostalgia
      tentang pengalaman hidup saya melalui Oretan yg saya Oret di Looking For is Never End. .:)

      Delete
  4. Ngos ngosan juga.. habis bacanya :)

    Kasih sayang orang tua..terutama seorang Ibu memang tiada batas ya om..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha. . .maaf ya telah membuat om ngos ngosan dan menghabiskan sedikit energi. . .:)
      terima kasih telah menyempatkan berkunjung ke blog saya.
      saya akan berkunjung balik. .:)

      Delete
  5. jadi pengen liat kota pematangsiantar aku, dimana tempat mu menimba air ekh ilmu.
    luar biasa kasih seorang ibu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yok kita breng2 ke kota Pematangsiantar nanti.
      comeback to our hometown. .
      luar biasa kasih seorang ibu. .;)

      Delete