Tuesday, December 3, 2013

Buku Dosa


Krinnngggggggg…. Kringgggggggggg…….  Dia bernyanyi lagi, dia membangunkanku lagi. Suaranya memang tidak merdu sama sekali, namun ia selalu setia membangunkanku dari mimpi-mimpiku. Ia tidak pernah bosan, ia tidak pernah jerah,padahal kadang kala aku memperlakukannya dengan kasar. Dia berulang-ulang mengingatkanku, hingga aku mulai terbiasa dan tubuh ini seperti mesin yang otomatis terbangun bila pagi menjelang tak peduli sesingkat apa tidurku.
Sekarang masih pukul empat dini hari, biasanya aku sudah mulai menyiapkan sarapan untuk suamiku tercinta dan kedua buah hati kami. Tapi sekarang aku hanya terduduk diam dikamar lamaku, di rumah orang tuaku. Aku dan suamiku sudah bercerai tiga bulan yang lalu, tentu saja dengan alasan klasik, “orang ketiga”.  Dan kedua anakku ikut bersamanya, bersama ibu baru mereka. Aku yakin mereka masih tidur dengan wajah-wajah manis nan polos, aku sungguh rindu.

Ayam berkokok seperti biasa, aku termenung seperti biasa. Sudah pukul 9 pagi dan aku masih terduduk dengan sejuta pikiran ruwet di kepalaku. Aku ingin sekali menangis dan meluapkan semua kesedihanku. Namun aku tak bisa, ntah mengapa sepertinya air mataku telah habis terkuras, menangisi kemalanganku.
Aku teringat sahabat lamaku, dulu dia selalu ada disaat aku membutuhkan tempat untuk bercerita. Dia tempat ku berbagi tawa, tempatku berbagi kesedihan, bahkan aku menceritakan segala permasalahan yang berhubungan dengan pria yang kusuka kepadanya. Dia selalu menampung permasalahanku, dan tak hanya diam, dia adalah Problem Solver yang hebat. Namun aku tidak pernah melihatnya dekat dengan wanita lain selain aku, ia tidak pernah menceritakan tentang wanita yang ia sukai. Apa ia seorang homo? Tidak mungkin.

Jika tidak mengenalnya dengan baik, tentu orang-orang tidak akan menduganya, mungkin tidak akan menemukan sisi itu sama sekali.  karna ia terlihat selalu bercanda, terkesan tidak pernah serius, hidup tanpa beban. Ia bercita-cita menjadi Pelari tingkat Internasional, tetapi entah mengapa ia tidak mengikuti kejuaraan lari tingkat provinsi, ia menghilang entah kemana. Ibu nya berkata ia pergi minta izin untuk mendaki gunung. Bahkan sebelum itu, saat mantan suamiku menjalani operasi ginjalnya , ia tidak menampakkan batang hidungnya, dasar lelaki bodoh!! Aku sangat merindukannya, aku akan mengunjunginya esok, aku tau dia punya solusi akan ketidakberdayaanku.
                                                                                        
Tok,, tok,, tok,, “Permisi,” suaraku ku tegar-tegarkan, berusaha menyungging senyum, aku tak ingin menunjukan wajah murung di pertemuan pertama setelah sekian lama berpisah. “eh nak Lila,udah lama tidak kemari,  masuk-masuk” Ibu Heni menyapaku dengan ramah, seperti dahulu kala.
“Andre-nya lagi pergi, keluar , bentar lagi juga pulang. Oh iya gimana kabar kamu sekarang?” , “ Puji Tuhan , sehat bu” jawabku sekenanya. Sedang asik mengobrol , telephon berdering merusak suasana hangat ini. “Ibu pergi sebentar ya nak, Ibu mau mengantar pesanan pakaian, ibu lupa kalau udah Dead Line-nya . Kalau kamu bosan, baca aja buku-buku disana” sambil menunjuk kearah rak buku di sudut ruangan. Aku mengangguk setuju, Ia pun berlalu.

Aku memilah-milah buku, namun tatapanku masih kosong, fikiranku menerawang jauh kebalik kota, tempat anak-anak ku sekarang. Tiba-tiba fikiranku teralihkan oleh salah satu  buku di rak tersebut, terjepit diantara buku-buku Ensiklopedia, tertulis pada sampulnya “BUKU DOSA”. Setan mulai merasuk dalam fikiranku, hati ku tergelitik untuk membacanya. Lagi pula aku sudah mendapatkan izin dari si empunya rumah. Kubuka satu persatu halamannya.

 Minggu, 9 Maret 2003
Setiap jalan yang berliku akan memakan korban, mereka yang tak sanggup mengendalikan diri akan terjerumus kedalam lembah yang dalam.
hati2 ya nak,, haha aku kecelakaan :D
Dosa macam apa  ini? Fikiran aneh mulai merebak. Seperti virus-virus yang menyerang sel-sel hidup dan terus mempebanyak jumlahnya, fikiranku smakin kuat untuk terus  melanjutkan membaca.

Rabu,12 Maret 2003
Aku masih di rumah sakit, semua pelayanan disini sangat lengkap,, namun sepertinya aku akan lama dirumah sakit ini, Perawatnya membuatku betah,, hoho geulis pisan euy..
*mama bakal marah kalau lama-lama dirumah sakit,, biayanya mahal bgt -_-‘
 Aku tersenyum kecil, namun aku tertawa terbahak-bahak dalam hati. Ini adalah buku harian Andre, kenapa ada buku sepenting ini di tempat seperti ini, sifat teledor anak itu memang tidak pernah berubah. Akhirnya ada juga sesuatu yang dapat menghiburku di tengah kegundahan ini, lagi pula kami telah saling mengenal satu sama lain, luar dan dalam.

 Senin, 07 Juni 2004
Ini hari pertama resmi sebagai anak putih abu-abu, gak ada yang menarik, , aku langsung memikirkan,, “ada gak ya eksscccoooll lari?”.. aku suka berlari,, berlari dan berlari,,  
Kadang2 berlari dari kenyataan,, hahaaa..
Aku tak dapat menahan tetesan air mataku, perutku sakit menahan tawa yang berlebihan, catatan harian ini terus menggelitik perutku. Aku melanjutkan membaca, semua kulahap habis, hingga…

Sabtu, 20 Mei 2006

Aku sudah dua tahun mengenalnya, selama itu pula aku menjadi sahabatnya, entah mengapa aku mulai menyukai dia,sahabatku.. sungguh kacau,, aku jatuh cinta pada orang yang tak seharusnya,,
mama.. tolong...           yah .. jikalau kau masih hidup,, pasti kau tau apa yang harus aku lakukan,,, aku ingin mengatakannya,, tapi ia menyukai pria lain…
*Aku ingin pergi ke lapangan dan berlalri sepuasku
 Aku tau, wanita yang ia maksud adalah aku. Tapi kenapa bisa?  mungkin itu hanya cinta monyet anak remaja. Ternyata aku tak sepenuhnya mengenal dia.

Jum’at, 08 Agustus 2008
Hari ini tanggal cantiq,ia juga terlihat sangat cantiq,  hari ini dia menikah,, seperti ada api diatas lautan es,, aku cemburu, sangat cemburu,, tapi aku memiliki lautan kebahagiaan, melihat setiap kali ia tersenyum, melihat ia selalu bahagia. 
Hatiku tersentak, ternyata saat pernikahanku pun ia masih mencintaiku, sungguh laki-laki pengecut yang sangat bodoh!! kenapa ia tidak pernah mengatakannya padaku, padahal sempat aku merasakan kosong dalam hatiku, jauh dari pria lain, dan ia tak mengambil kesempatan? Berarti ia selalu saja menyembunyikan setiap kecemburuan dengan candaan, dengan tawa riang-nya?

Aku tak tau ini tanggal berapa, sudah entah berapa lama aku berbaring di rumah sakit, Aku telah mengalami operasi besar,dan sedikit melakukan pengorbanan kecil, aku merelakan satu ginjal ku untuk seribu kali lipat senyumannya. Aku tau , aku akan mengorbankan cita-citaku sebagai pelari. Namun aku lebih senang melihatnya bahagia. Sudah tak ada lagi pendonor ginjal yang cocok dengan dia, smentara operasi harus segera dilakukan, tentu saja aku melakukannya. Dengan member suaminya kesempatan untuk hidup, berartiaku memberinya kebahagiaan.

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah menjadikan aku sebagai perantara, sebagai jalan untuk kebahagiaannya. Maafkan aku Ibu, bahkan aku tak memberitahumu akan hal ini, aku tak ingin kau bersedih karna anakmu, dan aku tak ingin engkau membenci orang yang juga aku cintai.

# sebenarnya aku inginnya suaminya sakit jantung gitu, jadi kan aku bisa menyumbangkan jantungku, dan suaminya akan mencintai dia dengan jantungku (My Heart) hahaha,, kaya’ di pelem-pelem. Ya…. ginjal sebelahpun  gak apa lah,, aku masih bisa idop kan..

*pengen lari lagi tapi lagi pemulihan, dokter ngizinin gak ya :D

 Hatiku tersentak,hancur, luluh. Aku tak tau harus berkata apa, aku terlalu melihat jauh, mencari-cari. Ternyata ada orang lain disisiku selama ini yang sangat mencintaiku. Aku yang terlalu bodoh tidak menyadarinya,bahkan ia rela mengorbankan dirinya,mengorbankan cita-citanya demi aku. Sedang Lelaki yang aku  anggap paling pantas menjadi Imam ku, tak seperti kelihatannya. Sepertinya jutaan lebah yang menyengat kepalaku, Aku jatuh pingsan.
                                                                                          
 “Lila bangun, ,, Lila,, Lila”  suara-suara samar memanggilku, aku masih setengah sadar.
“Kamu tidak apa-apa Lila?” itu suara Andre, aku mulai ingat apa yang terjadi padaku, aku mulai menangis terisak, Andre memeluku erat “ Kamu sudah membaca buku itu, ya? Maafin aku, aku meletakkannya sembarangan. Kamu jadi tau semuanya.” Dia tersenyum kecil , namun dengan wajah sedikit miris.”Hahaha… ya sudahlah, semua sudah terjadi kan? Cerita masa lalu, “menutupi kebodohannya.
 “Kenapa kau tak pernah bilang?” Aku diam sejenak, membiarkan pertanyaanku meresap, dalam. “ kenapa kau tidak pernah bilang kau mencintaiku? Bahkan kau tak memberitahuku tentang ginjalmu?” aku tertunduk, menyeka air mataku. Kami terdiam cukup lama, menyadari apa yang telah terjadi “Jawab Ndree,, bahkan kau terlalu pengecut untuk menjawab?” aku masih menahan air mataku.

“Maafkan aku Lil, aku tak ingin mengganggumu dengan cinta ku, aku tak ingin mengganggumu dengan cinta bodohku, aku tak ingin mengganggumu dengan kebahagiaan yang saat itu kau miliki, Aku tak ingin mengganggumu dengan semua dunia mu yang berwarna itu, tapi aku tetap bahagia melihat kebahagiaanmu kok”
Pembohong! Aku tau bagaimana rasanya mermendam cinta yang begitu besar bahkan kau tak bisa mengatakannya, walau kau ingin. “ Bagaimana dengan sekarang, apa kau masih mencintaiku?” Aku melupakan kesedihan akan suamiku, aku tlah memutuskan untuk membahgiakanya dengan sisa hidupku.

“Ya…..Tapi, aku tlah menemukan wanita lain. Dia sangat mencintaiku, dan sepertinya aku bisa mulai belajar mencintainya. Aku baru saja pulang dari melamarnya. Aku tak ingin melepaskannya hanya demi ke-egoisan cintaku. Aku tak ingin melepaskannya, aku tak ingin ada lagi hati yang terluka. Aku tak ingin dia merasakan cinta yang tak terbalaskan seperti yang pernah aku rasakan. ~Bila ada seseorang yang mencintaimu apa adanya, maka sudah pantaslah kalian hidup bersama~ Aku sangat memahami kalimat itu, aku yakin aku akan bahagia.”
“Iya, Aku mengerti, kita akan menjadi sahabat selamanya, kan?” Aku tersenyum, melupakan masalah mantan suamiku dan selingkuhannya. Dia tersenyum, mungkin lega terlepas dari semua rahasia yang ia pendam.
Aku meresapi setiap kejadian dalam  hidupku, setiap kejadian penuh makna. Ya Tuhan, sungguh, aku orang sulit mengambil pelajaran. Berilah petunjuk akan hikmah semua ini.

Aku adalah akar
Aku adalah akar
Aku akan menguatkankan dari sini,
Aku akan menguatkanmu dari dalam tanah,
Aku bukan bagian yang tersiram hangatnya mentari,
Bukan pula yang menerima segarnya air hujan,
Wahai Bunga tetaplah tumbuh, wahai bunga tetaplah tersenyum,
Berikan senyuman terindahmu Untuk Dunia.

By : Muhammad Andi Faisal


18 comments:

  1. sungguh sedih ceritanya mas hiks hiks...sungguh pengorbanan andre yang luar biasa, dan lila nampaknya yang paling merugi dalam cerita diatas hehe...karena setelah tersadar ternyata andre telah melamar wanita lain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha. .iya mas. .
      saya saja gak tahan mau nulisnya.
      iya mas, andre memang memiliki jiwa laki-laki yang sebenarnya, kuat, tegar, ikhlas, gentlemen, dan selalu berpikir bijak.
      iya mas betapa malang nasib lila. .:(

      Delete
    2. wah, samapi ngga tahan mau menulisnya.. sedih bener cerita ini .. hiks..hiks...

      Delete
    3. hahahaha. .awal mulai sensitif dia. . .
      ampun Komandan . .maaf saya salah. .:(

      Delete
  2. bicara tentang cinta diaaaaa, ehm
    lanjutkan ketika bertemu dengan wanita yang dicintai jangan malu untuk menyatakannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha. . apaan sih loe jer. .:)
      cinta itu sangat perlu bagiku sekarang.
      karna aku sudah terlalu lama kering meronta. .:(

      Ok jer, lw dah bertemu akan aku nyatakan padanya. .:)
      asyekkk.

      Delete
  3. Akhirnya menemukan yang sehati..ga enak banget sih cinta bertepuk sebelah tangan itu...

    Bagus ceritanya sob, banyak hikmah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bener sob, sungguh membuat galau berkelanjutan jika cinta bertepuk sebelah tangan.

      thanks sob, senang deh berbagi cerita yg bermanfaat. .:)

      Delete
  4. pengorbanan yang luarbiasa..rela mengorbankan ginjal untuk melihat dia tersenyum..luarbaisa...nice story ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ea mas. . .:)
      apakah ada manusia seperti itu di dunia ini???
      jika ada, aku ingin bertemu dengan dia.
      untuk mengatakan Kau Luar Biasa. .:)

      Delete
  5. Hidup dalam rumah tangga memang diselingi ombak dan badai. Terkadang ombak dan badainya begitu hebat sehingga kapal miring dan akhirnya tenggelam. Biduk rumah tangga yang pada awalnya begitu manis akhirnya menjadi lesu dan berantakan. Sudah menjadi 'ketentuan' bahwa suami atau isteri dan anak bisa menjadi 'musuh'. Alangkah bahagianya mereka yang tinggal di rumah dengan suasana yang sejuk, indah, dan nyaman. Rumahku surgaku. Salam cemerlang.

    Kisah yang menarik, hidup, dan membawa kita untuk terus berbenah dalam menapaki hidup ini. Terima kasih sharing dan motivasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap bener mas Rumahku surgaku. .
      sangat seneng dan bangga jika hidup dikeluarga yang harmonis dan nyaman.

      sama2 mas. .terima kasih atas kunjungannya. Salam cemerlang.

      Delete
  6. wah nama penulisnya gak d cantumin ini... -_-

    ReplyDelete
  7. cinta bertepuk sebelah tangan itu enak lho apalagi kalo kita g melakukan dan sebelah tangan kita bertepuk dengan tangan orang lain....

    ReplyDelete
    Replies
    1. serius ni mas???
      tapi kayaknya tdk enak lah, meski belum pernah merasakan. .:)

      Delete