![]() |
| Looking For is Never End Part II |
Teriknya matahari dan ramainya orang di dalam kereta yang saling berdesak - desakan membuat saya semakin gerah dan bosan. Di dalam benak " saya berpikir di dalam imajinasi pada suatu hari nanti saya akan memiliki gerbong kereta atau bahkan memiliki kereta sendiri untuk mengantarkan saya berpetualang mengarungi lautan mimpi yang penuh tantangan dan memacu adrenalin ". I wanna say to all of You, I am the Man who has big dream in Life. . .That's it!!!. Perjalanan menuju Jakarta begitu melelahkan semua penumpang termasuk saya, tetapi saya masih memiliki sedikit semangat karna masih mempunyai harapan yang sungguh luar biasa yang harus digapai. Dan seorang pemenang adalah orang yang tidak pernah mengenal kata lelah dan patah semangat melainkan menanamkan dalam hati mari kita coba kerjakan dan jika pekerjaan itu gagal mari kita coba kerjakan sekali lagi.
Perjalananpun sudah mulai semakin dekat dan hampir sampai ke tempat tujuan, dimana aroma kemacetan ibukota Jakarta, Indonesia sudah mulai terhendus. Sang penanda pun sudah mulai diperdengarkan dimana sirene kereta sudah mulai berbunyi tanda kereta akan tiba dalam beberapa menit. Kelihatan disana - sini seluruh penumpang melakukan persiapan untuk turut, terlihat beberapa raut wajah dari penumpang yang menampilkan ekspresi yang berbeda seperti seorang kakek tua yang berada di sudut gerbong menampilkan raut wajah lelah dan kurang bersemangat karena termakan usia, di berbalik arah dari sang kakek terlihat gadis remaja yang sangat bergerimba karena akan bertemu keluarga yang telah sekian lama tidak pernah ketemu. Dari segi aktivitas terlihat dari beberapa penumpang yang mulai sibuk, ada yang mulai bangkit berdiri meningkalkan tempat duduk, ada yang memeriksa barang bawaan, ada yang menelepon keluarga / teman untuk memberitahu bahwa kereta akan segera tiba, dan untuk yang wanita ada yang memperbaiki tatanan rambut dan mempertebal make up akibat luntur bersamaan dengan jatuhnya keringat semua dilakukan agar selalu kelihatan cantik dan menawan. . .hehehehehe! Sementara saya sendiri secara otomatis men-stopkan imajinasi yang tak kunjung habis dan tak kunjung tercapai, eeetttsss tapi jangan salah saya tetap semangat untuk menggapainya asalkan saya tetap berusaha, bekerja keras, dan selalu mengandalkan Tuhan untuk turut bekerja dan memberkati pasti semua akan tercapai dengan baik. . Top Markotop!!!
Dengan mantap saya langkahkan kaki turun dari kereta menatap kemasa depan yang penuh tantangan, saya begitu merasakan di telinga jalanan berbisik kepada saya : There is your way so walk with carefully and then you will get it in your hand. kalimat tersebut membuat saya semakin semangat menjalani hidup ini. Mas, ojek mas seru abang tukang ojek. Bang, rokok bang seru pedagang asongan. Aqua dingin. .Aqua dingin seru si bibi (namboru bahasa spanyolnya) pedagang kaki lima. Dengan satu teriakan saya menjawab
T iiiiddaaaakkkk. . .! secara serempak mereka nge-rap : woyy kalau gak mau gak usah pakai teriak xalii. Bukan itu xaliii mas bang bro, sepatu kets BARU saya kena cipratan lumpur. Kalau gak percaya lihat aja sendiri, gimana dengan penampilan saya entar jikalau sepatu saya kotor, apa kata DUNIA???
hohohohohohoho. . .bussshhh. Dengan sekejap saya berlalu meninggalkan mereka.
Noh Loe, para pembaca yang bijaksana sudah terhibur kagak dengan kalimat pembuka diatas??? seneng rasanya saya sebagai oretor bisa kembali bertemu, berbagi, dan bercuap - cuap kembali dengan para pembaca bijaksana melanjutkan kisah sang oretor yang sebelumnya masih tergantung di tulisan pertama Looking For is Never End. Sekedar untuk gambaran dan informasi tambahan oretor sekarang berada di ibukota Jakarta, Indonesia untuk menunaikan panggilan tugas negara yang mulia yaitu : listening direction from my big boss in my intitution to add my knowledge and skill so that i can do it my job with carefully. I'm really so thankful to Lord because He let me to stand here in Jakarta . In my first time there i'm really so happy because i see land mark of Jakarta, " the Land Mark is National Monument of Jakarta ( monumen nasional ). Oretor akan tinggal disana dalam beberapa minggu menikmati kepadatan dan kemacetan kota Jakarta and will come back again to my hometown if the job has finished.
Di kampung halaman Oretor akan mulai hidup baru mencari pengalaman dan berkarya selagi masih muda. Like my Ag, coz you're young but you're right, walk your miles, do your part with a smile. . .:). Ok, saatnya saya sang Oretor akan bercerita pengalaman hidup dari masa Senior High School hingga Sang Oretor bisa menginjakkan kaki di Jakarta. Mohon perhatian oret - oret akan segera dimulai dengan post title Looking For is Never End Part II, kepada para pembaca bijaksana agar segera menghidupkan sinyal masing - masing, oret - oret dipersembahkan oleh oretor amatir kita yaitu " Pudan Lubis is My Name ". Come on and Congratulation for your imagination. . .!!!!!
Kotek . . .kotek. .kotek, suara ayam berkokok nan merdu, pertanda pagi sudah datang menyambut orang - orang yang luar biasa. Terdengar ditelinga suara wajan dan sendok penggorengan saling bersahut -sahutan silih berganti disusul dengan suara blender yang sangat nyaring di dapur sehingga membuat saya terbangun dari tidur. Pudan. .pudan ayo cepat nak, kita harus ke kota hari ini untuk mendaftarkan kau masuk sekolah SMA. Dengan agak sedikit malas saya menjawab dikarenakan masih ngatuk lantaran semalaman berimajinasi, iya Ma . .sebentar pudan beresin tempat tidur dulu. Setelah selesai beresin tempat tidur maka yang tidak lupa saya lakukan terlebih dulu adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk berterima kasih dan mengucap syukur atas nafas kehidupan, nikmat, dan segala sesuatu yang boleh terjadi dalam hidupku. Kemudian saya bergegas mengambil handuk untuk mandi , and then take a clothes, after that breakfast with my mother. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini saya tidak lagi duduk in Yunior High School dan kini saya sudah menginjak umur ke 16 tahun, dan itu berarti saya sudah bertambah besar dalam segala hal, bertambah besar badan dan bertambah besar juga pemikiran. Di usiaku sekarang mama berpesan agar selalu menjadi anak baik, anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang penuh semangat, dan yang paling penting berani mencoba segala sesuatu hal yang baru dan menantang selama itu masih berada pada garis lurus.
Di sepanjang perjalanan dari desa menuju kota, saya melihat begitu banyak sesuatu hal yang baru yang begitu mengagumkan. Disana - sini saya melihat hamparan sawah yang begitu luas yang mulai menguning dan akan segera siap di panen oleh para petani yang luar biasa. Banyak jenis alat transportasi yang berlalu lalang mendahului bis angkutan yang saya naiki. Banyak bangunan - bangunan cantik serta menjulang tinggi mencakar langit. Saking rasa keinginantahuan saya begitu besar dengan polosnya saya bertanya kepada mama, " Ma, itu bangunan apa??? kok ramai orang??? kok jualan pakaian di gedung besar???
Dengan sabar dan lembut mama menjawab : Pudan anakku itu namanya Mall, Mall adalah tempat yang digunakan orang - orang kota belanja, makan, bermain, dan lain - lain. Fasilitas Mall yang disediakan bermacam -macam tergantung penyedia jasa yang menyediakan, bagaimana konsep bisnis yang akan dilaksanakan. Berbeda dengan di desa, kita hanya dapat menemukan pasar tradisional dimana fasilitas yang disediakan cukum minim hanya yang berhubungan dengan hajat hidup banyak orang. Pudan anakku, apakah kamu sudah paham? Ok, makasih Ma sekarang pudan sudah paham. Dek, nanti juga kamu akan mengetahui lebih banyak lagi sesuatu yang baru yang ada di kota, Tapi ingat kamu jangan terlena dengan semua itu, karena tidak semua yang kelihatan menarik dan baik itu bagus dan bermanfaat bagi dirimu. Jikalau mau sukses dan bertahan hidup di kota kamu harus pandai - pandai memilih yang benar. Apakah kamu paham dengan yang bapak katakan dek??? ucap seorang bapak yang berada duduk di sebelah kursiku. Iya pak, saya paham dan terima kasih atas nasihatnya, semoga saya dapat melakukannya. . .Amin.
Helloha para pembaca bijaksana masih tetap semangatkan membaca oretan yang saya oret??? tapi mohon maaf ea ceritanya sampai disini dulu, cuap -cuap nya kita akhiri dulu, Entar kapan - kapan kita lanjutkan lagi bercuap - cuap dan mengoret Looking For is Never End dikarenakan ini sudah larut malam dan mata sudah tidak mau lagi diajak kompromi. Ok i will miss you in my Looking For is Never End Part III. Good Night and God Bless You. . .:)
"Salam Damai sang Oretor untuk para Pembaca yang Bijaksana"
Di kampung halaman Oretor akan mulai hidup baru mencari pengalaman dan berkarya selagi masih muda. Like my Ag, coz you're young but you're right, walk your miles, do your part with a smile. . .:). Ok, saatnya saya sang Oretor akan bercerita pengalaman hidup dari masa Senior High School hingga Sang Oretor bisa menginjakkan kaki di Jakarta. Mohon perhatian oret - oret akan segera dimulai dengan post title Looking For is Never End Part II, kepada para pembaca bijaksana agar segera menghidupkan sinyal masing - masing, oret - oret dipersembahkan oleh oretor amatir kita yaitu " Pudan Lubis is My Name ". Come on and Congratulation for your imagination. . .!!!!!
Kotek . . .kotek. .kotek, suara ayam berkokok nan merdu, pertanda pagi sudah datang menyambut orang - orang yang luar biasa. Terdengar ditelinga suara wajan dan sendok penggorengan saling bersahut -sahutan silih berganti disusul dengan suara blender yang sangat nyaring di dapur sehingga membuat saya terbangun dari tidur. Pudan. .pudan ayo cepat nak, kita harus ke kota hari ini untuk mendaftarkan kau masuk sekolah SMA. Dengan agak sedikit malas saya menjawab dikarenakan masih ngatuk lantaran semalaman berimajinasi, iya Ma . .sebentar pudan beresin tempat tidur dulu. Setelah selesai beresin tempat tidur maka yang tidak lupa saya lakukan terlebih dulu adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk berterima kasih dan mengucap syukur atas nafas kehidupan, nikmat, dan segala sesuatu yang boleh terjadi dalam hidupku. Kemudian saya bergegas mengambil handuk untuk mandi , and then take a clothes, after that breakfast with my mother. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu kini saya tidak lagi duduk in Yunior High School dan kini saya sudah menginjak umur ke 16 tahun, dan itu berarti saya sudah bertambah besar dalam segala hal, bertambah besar badan dan bertambah besar juga pemikiran. Di usiaku sekarang mama berpesan agar selalu menjadi anak baik, anak yang berbakti kepada orang tua, anak yang penuh semangat, dan yang paling penting berani mencoba segala sesuatu hal yang baru dan menantang selama itu masih berada pada garis lurus.
Di sepanjang perjalanan dari desa menuju kota, saya melihat begitu banyak sesuatu hal yang baru yang begitu mengagumkan. Disana - sini saya melihat hamparan sawah yang begitu luas yang mulai menguning dan akan segera siap di panen oleh para petani yang luar biasa. Banyak jenis alat transportasi yang berlalu lalang mendahului bis angkutan yang saya naiki. Banyak bangunan - bangunan cantik serta menjulang tinggi mencakar langit. Saking rasa keinginantahuan saya begitu besar dengan polosnya saya bertanya kepada mama, " Ma, itu bangunan apa??? kok ramai orang??? kok jualan pakaian di gedung besar???
Dengan sabar dan lembut mama menjawab : Pudan anakku itu namanya Mall, Mall adalah tempat yang digunakan orang - orang kota belanja, makan, bermain, dan lain - lain. Fasilitas Mall yang disediakan bermacam -macam tergantung penyedia jasa yang menyediakan, bagaimana konsep bisnis yang akan dilaksanakan. Berbeda dengan di desa, kita hanya dapat menemukan pasar tradisional dimana fasilitas yang disediakan cukum minim hanya yang berhubungan dengan hajat hidup banyak orang. Pudan anakku, apakah kamu sudah paham? Ok, makasih Ma sekarang pudan sudah paham. Dek, nanti juga kamu akan mengetahui lebih banyak lagi sesuatu yang baru yang ada di kota, Tapi ingat kamu jangan terlena dengan semua itu, karena tidak semua yang kelihatan menarik dan baik itu bagus dan bermanfaat bagi dirimu. Jikalau mau sukses dan bertahan hidup di kota kamu harus pandai - pandai memilih yang benar. Apakah kamu paham dengan yang bapak katakan dek??? ucap seorang bapak yang berada duduk di sebelah kursiku. Iya pak, saya paham dan terima kasih atas nasihatnya, semoga saya dapat melakukannya. . .Amin.
Helloha para pembaca bijaksana masih tetap semangatkan membaca oretan yang saya oret??? tapi mohon maaf ea ceritanya sampai disini dulu, cuap -cuap nya kita akhiri dulu, Entar kapan - kapan kita lanjutkan lagi bercuap - cuap dan mengoret Looking For is Never End dikarenakan ini sudah larut malam dan mata sudah tidak mau lagi diajak kompromi. Ok i will miss you in my Looking For is Never End Part III. Good Night and God Bless You. . .:)
"Salam Damai sang Oretor untuk para Pembaca yang Bijaksana"

ayo di komen. . .:)
ReplyDeleteayo dikoment, si manto baru aja menulis dan ngeblog
Deletewoowww...
ReplyDeleteamazing!!!!!!
I like your blog's...
Cerita _a mengharukan & menarik.. :)
thanks semua para pembaca bijaksana. .:)
ReplyDelete